Label: BIDANG
Label: KEGIATAN
PENTINGNYA SILATURAHIM ANTAR PEMUDA, PEMERINTAH,INDUSTRI DAN MASYARAKAT
0 komentar Diposting oleh Unknown di 11.02
PENTINGNYA SILATURAHMI
Dari Abu Hurairah r.a., Rosulullah s.a.w bersabda, “Ada seorang
laki-laki bersilaturahim ke saudaranya yang tinggal di desa lain, maka
Allah mengutus seorang Malaikat untuk menemuinya. Tatkala bertemu dengan
lelaki tersebut maka malaikat bertanya, “Hendak kemanakah saudara?”
Lelaki tersebut menjawab, “Saya ingin bersilaturahim ke saudaraku di
desa ini.” Malaikat kembali bertanya, “Apakah kamu menziarahinya karena
ada sesuatu kenikmatan yang akan engkau raih?“ Lelaki tersebut menjawab,
“Tidak, saya melakukan silaturahim ini semata-mata kecintaan saya
terhadapnya karena Allah.” Malaikat kemudian berkata, “Sesungguhnya saya
diutus Allah untuk menemui kamu untuk menyampaikan bahwa Allah
mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR.
Muslim). Dalam salah satu perintah-Nya, Allah s.w.t. berfirman QS. An
Nisa’ [4]:1, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)
nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu..”
Dan pada ayat lainnya Allah menguatkan, QS. Ar Ra’d [13]:21 “Dan
orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya
dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab
yang buruk.” Bahkan Rosulullah s.a.w. menandaskan bahwa hanya
orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan hari akherat yang paling
gigih menerapkannya. Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rosulullah
s.a.w. bersabda “… barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akherat
maka lakukanlah silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalil di atas
merupakan landasan syar’i akan perlunya silaturahim antar anggota
masyarakat bahkan perintah yang semestinya kita terapkan. Dan bila kita
kembali mengkaji dan mentadaburi pedoman hidup kita (Al Qur`an dan As
Sunah), maka Allah dan Rosul-Nya tidak semata memerintahkan umatnya
untuk menerapkan perintahnya tanpa memberi tahu keutamaan pelaksanaannya
dan ancaman meninggalkan atau memutus hubungan silaturahmi.
Keutamaan
silaturahmi Diantara keutamaan yang akan diraih oleh orang yang selalu
melakukan silahturahmi :
1.Akan diluaskan rizkinya. Rosulullah saw
bersabda,
ﻣَﻦْﺃَﺣَﺐﱠﺃَﻥْﻳُﺒْﺴَﻂَﻟَﻪُﻓِﻲْﺭِﺯْﻗِﻪِﻭَﻳُﻨْﺴَﺄَﻟَﻪُﻓِﻲْﺃَﺛَﺮِﻩِﻓَﻠْﻴَﺼِﻞْﺭَﺣِﻤَﻪُ
( ﺭَﻭَﺍﻩُﭐﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻱﱡﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌﻭَﺃَﺑُﻮْﺩَﺍﻭُﺩَﻋَﻦْﺃَﻧَﺲٍﺭﺽ ) “ Barang siapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)
( ﺭَﻭَﺍﻩُﭐﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻱﱡﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌﻭَﺃَﺑُﻮْﺩَﺍﻭُﺩَﻋَﻦْﺃَﻧَﺲٍﺭﺽ ) “ Barang siapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)
2. Akan diperpanjang umurnya.
3. Akan selalu berhubungan dengan
Allah swt. Dari ‘Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, :
ﭐﻟﺮﱠﺣِﻢُﻣُﻌَﻠﱠﻘَﺔٌﺑِﺎﻟْﻌَﺮْﺵِﺗَﻘُﻮْﻝُﻣَﻦْﻭَﺻَﻠَﻨِﻲْﻭَﺻَﻠَﻪُﭐﷲُﻭَﻣَﻦْﻗَﻄَﻌَﻨِﻲْﻗَﻄَﻌَﻪُﭐﷲُ
( ﻣُﺘﱠﻔَﻖٌﻋَﻠَﻴْﻪِ ) "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana
Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan
menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka
Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim)
4.
Akan dimasukan kedalam golongan yang beriman kepada Allah dan hari
akherat. Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rosulullah s.a.w bersabda,
Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akherat maka lakukanlah
silaturahmi (HR. Bukhari dan Muslim).
Sedangkan ancaman dan akibat yang
akan didapat oleh orang yang memutus hubungan silaturahmi sbb :
1. Akan
terputus hubungannya dengan Allah swt. Rosulullah saw bersabda, dan
barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan
dengannya" (HR. Bukhari, dan Muslim).
2 Tidak termasuk golongan yang
beriman kepada Allah swt dan hari akherat.
3. Akan sempit rizkinya.
4.
Akan pendek umurnya.
5. Akan dilaknat oleh Allah dan dimasukan kedalam
neraka jahanam. QS. Ar Ra’d [13] :25 “Orang-orang yang merusak janji
Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah
perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi,
orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat
kediaman yang buruk (Jahannam).” QS. Muhammad [47] :“Maka apakah kiranya
jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan
memutuskan hubungan kekeluargaan?” Mereka itulah orang-orang yang
dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya
penglihatan mereka.”
6. Tidak masuk surga. Dari Abu Muhammad Jubair bin
Mut’im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, ( ﻣُﺘﱠﻔَﻖٌﻋَﻠَﻴْﻪ )
ﻻَﻳَﺪْﺧُﻞُﭐﻟْﺠَﻨﱠﺔَﻗَﺎﻃِﻊٌ “Tidak akan masuk surga orang yang memutus
hubungan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Etika silaturahmi Dalam
melakukan silaturahmi kitapun harus memperhatikan beberapa etika
silaturahmi sehingga membuahkan faidah yang baik bagi kedua belah pihak
dan tidak mendzolimi teman yang kita ziarahi. Diantara etika tersebut :
1. Silaturahmi yang dilakukan semata-mata karena Allah swt bukan karena
dunia atau tujuan lainnya. Mungkin kisah diatas merupakan gambaran nyata
sebagai barometer suri tauladan.
2. Berpakaian yang menutup aurat
3.
Membawa hadiah untuk saudara yang akan diziarahi. Rosulullah saw
bersabada, Saling berbagi hadiahlah diantara kalian maka kalian akan
saling mencintai.
4. Memperhatikan waktu silaturahmi. bila kita ingin
bersilaturahmi maka kita harus memperhatian objek yang kita akan
diziarahi, karena antar individu berbeda dalam jadwal kerja dan
aktivitas. Mungkin di antara mereka ada yang bisa menerima tamu pada
waktu asar namun diantara mereka tidak bias menerimanya.
5. Bersikap dan
bertutur kata yang sopan, tidak menampilkan sikap acuh atau mencela
makanan yang dihidangkan. ماعاب رسول الله صلى الله عليه وسلم طعاما قط إن
اشتهاه اكله وإن كره تركه ( الحديت ) Artinya : Rasulullah SAW tidak
pernah mencela makanan, jika beliau suka dimakannya, dan jika tidak maka
ditinggalkannya.
6. Jika menginap usahakan jangan sampai lebih dari 3
hari, jangan sampai mengganggu atau menyulitkan tuan rumah. Rasulullah
SAW bersabda ولا يحل لمسلم إن يقيم عند أخيه حتى يؤ ثمه قالوايارسول الله:
وكيف يؤ ثمه؟ قال أن يقيم عنده ولآ شيئ له يقريه به ( رواه مسلم ) Artinya
: Tidak halal bagi seorang muslim di rumah saudaranya ( bertamu ) yang
menyebabkan dia ( tuan rumah ) berdosa. Sahabat bertanya,”Bagaimana
menyebabkan berdosa?”. Nabi menjawab, “Tinggal di rumahnya padahal
engkau mengetahui bahwa dia tidak memiliki apa-apa yang dihidangkannya (
H.R Muslim ). الضياﻓَﺔُ ثلاثة أيام ( رواه البﺨَﺎ ري ومسلم ) Artinya :
Bertamu itu selama 3 hari. ( H.R Bukhari dan Muslim ) Semoga Silaturahmi
Antara Kita Bisa Terus Dilaksanakan......Amin!!!!!!
Dalam kehidupan kita selalu saja ada sisi positif dan negatif dalam
interaksi kita dengan sesama. Positif ketika interaksi kita tidak
membawa kekecewaan, bahkan yang ada adalah saling tolong menolong sesama
mukmin, saling sayang menyayangi sesama mukmin. Dan negatif akan
timbul, saat interaksi kita dengan orang lain membuahkan kekecewaan yang
tidak jarang bisa berakibat memutuskan silaturahim dan menimbulkan
kebencian.
Pernik-pernik kehidupan nyata kadang tidak selalu seindah yang kita inginkan. Dalam
interaksi kita dengan orang lain, bisa saja terjadi khilaf dan salah
paham, yang membuat jalinan persaudaraan atau pertemanan menjadi tidak
harmonis. Berawal dari khilaf dan salah paham inilah yang
sering mengakiibatkan dua orang yang pada awalnya saling menyayangi dan
memperhatikan satu sama lain, menjadi renggang, menjadi jauh. Dan
muncullah kekakuan-kekakuan dalam hubungan. Interaksi persaudaraan,
persahabatan, pertemanan menjadi hambar. Sapaan cuma basa-basi. Tidak
ada lagi kerinduan, sebaliknya yang ada adalah kekecewaan dan kebencian.
Bahkan yang lebih repot lagi saat keridakharmonisan hubungan itu
menular ke orang lain. Keretakan persaudaraan dan pertemanan atau
persahabatan bukan lagi hubungan antar dua pihak semata, bahkan
merembet. Bisa jadi seluruh keluarga dan atau seluruh teman
dekat kita pun akan ikut menjauhi dan ikut memutus hubungan silaturahim,
dikarenakan masalah pribadi kita dengan seseorang. Hal
seperti ini pernah dikatakan Rasulullah SAW. “Cinta bisa berkelanjutan
(diwariskan) dan benci pun demikian.” (HR. Al-Bukhari)
Salah satu sebab yang menjadikan begitu sulitnya kita menjalin
kembali hubungan yang telah renggang adalah karena tertutupnya peluang
berkomunikasi. Biasanya masing-masing saling bertahan dan saling
menunggu untuk tidak memulai komonikasi duluan. Bagi beberapa orang
kadang memang tidak mudah menggerakkan hati untuk memulai komunikasi
atau berkunjung ke orang yang pernah dibenci. Mungkin masih terngiang
seperti apa sakitnya hati dan begitu berat beban batin.. Terlebih ketika
setan terus mengipas-ngipas bara luka lama. Saat itulah, setan
mempengaruhi seseorang bahwa dia adalah pihak yang patut dihubungi dan
atau dikunjungi terlebih dahulu.
Bukankah Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sabdanya : Sambunglah
orang yang memutus silaturahim denganmu. Berilah hadiah kepada orang
yang enggan memberimu. Dan jangan hiraukan orang yang menzalimi kamu.”
(HR. Ahmad)
dari hadist hadist dan Alqur'an diatas jelas bahwa islam sangat mementingkan silaturahim sebagai harmonisasi hubungan antar manusia itu sendiri oleh karna itu kami sebagai pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Pengoreng ( IPPP ) senantiasa mengajak untuk saling menjaga hubungan baik dengan siapapun internal maupun external, pemerintah maupun hubungan industri.
oleh sebab itu kami setiap tahun mengadakan suatu agenda Halal Bihalal Yaitu suatu ajang dimana pemuda, Masyarakat, Pemerintahan, dan Industri yang ada di kec. puloampel bertemu dan bersilaturahim agar hubungan kemasyarakatan antara pemerintah, pemuda , dan industri semakin harmonis dan bisa membawa kebaikan. amiiin..
Label: halal bihalal
sekertariat : Madrasah Ibtidaiyah Pengoreng RT 02/01 Desa Mangunreja Kec Puloampel Kab. Serang Prov. Banten Kode Pos : 42455
contact: email : ippp2013-2016@hotmail.com
Label: contact
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Ikatan Pemuda Pelajar pengoreng ( IPPP ) sesuai dengan
spesialisasi tugas dan kewajibannya terdiri dari :
a.
Ketua pengurus
b.
Wakil Ketua
c.
Sekretaris
d.
Bendahara
e.
Bidang Perencanaan dan
Kegiatan
f.
Bidang Kerohanian dan
Kesenian
g.
Bidang Peralatan dan
investaris
h.
Bidang Keolahragaan
i.
Bidang komunikasi dan
informasi
j.
Bidang Pemberdayaan Perempuan
1.1.1.
Komposisi Personalia Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar
Pengoreng ( IPPP )
1.1.2.
Penasehat
1.
Bapak Mahfud
2.
Bapak Abdul latief
1.1.3.
Pembina
1.
H. Bahnan S.Ag
2.
Bapak Far’i
3.
Bapak Hasdulloh
4.
Bapak Syam’un
5.
Bapak Muhlasi
1.1.4.
Pengurus
a. Ketua : Arifudin
b. Wakil ketua : Z. Qosasih
c. Sekretaris : jamal mirdan
d. Bendahara :
Rika
e. Bidang perencanaan
dan kegiatatan
1.
Achdi Imal
2.
Dudin Nazmudin
3.
Urip firdaus
f.
Bidang kerohanian dan Kesenian
1.
Ryan ayatulloh
2.
Wahyudi
3.
Sahrul
g. Bidang Peralatan
dan Investaris
1.
Muhtadi
2.
Hadiri
3.
Mujaerimi
h. Bidang ke –
olahragaan
1.
Anton sulton
2.
Nasrudin
3.
Agus
i.
Bidang komunikasi dan informasi
1.
Amul fadly
2.
Fauzi
3.
Eman
j.
Bidang Pemberdayaan Perempuan
1.
Nila
2.
Nia
3.
Destiana putri
Label: kepengurusan
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)


